China dan India Berebut Pengaruh Politik Lewat Diplomasi Vaksin COVID-19

"Versi dari pernyataan itu muncul di Instagran di mana ada enam unggahan yang mendapatkan 65 ribu interaksi, menurut platform pemantau CrowdTangle," katanya.
Kedua negara juga berusaha mencari negara-negara baru di luar mitra tradisional yang ada.
Pradeep Taneja mengatakan Kamboja selama ini dipandang sebagai sekutu terdekat China di Asia Tenggara, namun PM Hun Sen menelpon PM India untuk meminta bantuan soal vaksin.
Sementara China sudah menawarkan satu juta dosis vaksin Sinopharm ke Kamboja, dengan ratusan ribu sudah dikirimkan.
Tapi ada permintaan juga dari Kamboja ke India yang "menunjukkan Kamboja tidak sepenuhnya percaya bahwa China akan bisa memenuhi permintan mereka," kata Taneja.
India juga bersaing pengaruh dengan pesaing utamanya, yakni Pakistan.
Setengah juta dosis vaksin AstraZeneca sudah tiba di Afghanistan bulan ini, negara di mana India dan Pakistan sedang berebut pengaruh.
Hanya ada satu negara yang bisa memenuhi permintaan dunia
Pengiriman vaksin dari China ke luar negeri sejauh ini menghadapi beberapa kendala dan sudah terjadi penundaan dalam pengiriman vaksin ke Turki dan Brasil.
Para pakar mengatakan China dan India mengirimkan jutaan dosis vaksin COVID-19 ke berbagai negara sebagai bagian dari usaha diplomasi meningkatkan reputasi mereka
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia