China Dituduh Terus Lakukan Pencurian Kekayaan Intelektual

Profesor Austin menggambarkan spionase industri hanya sebagai bagian normal dari hubungan internasional - dipraktekkan oleh China, tetapi juga oleh Amerika Serikat, Prancis dan Israel.
"Jika Anda melihat bagan organisasi CIA, Anda akan melihat bahwa dua dari empat direktur intelijennya terlibat dalam spionase ilmiah, teknis dan ekonomi," katanya.
"Saya yakin bahwa Pemerintah China terus terlibat dalam spionase kekayaan intelektual; saya yakin bahwa Pemerintah AS melakukan hal yang sama."

Hal lebih besar yang perlu dikhawatirkan
Profesor Austin mengatakan beberapa praktik bisnis yang legal di China adalah masalah yang lebih memprihatinkan.
"Masalah kebijakan yang lebih besar yang dimasukkan Pemerintah AS dalam agenda dalam laporan khusus pada Maret tahun ini ... adalah kebijakan Cina menekan perusahaan asing yang berinvestasi di China untuk menyerahkan kekayaan intelektual mereka ... di bawah hukum Tiongkok," katanya.
"Ini adalah bagian dari kampanye pribumisasi Pemerintah China.
"Mereka telah memutuskan bahwa mereka tidak dapat mengunci perusahaan teknologi asing karena mereka sangat membutuhkannya."
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi