China Dituduh Terus Lakukan Pencurian Kekayaan Intelektual

Tetapi jika mereka harus menghadapi mereka, maka mereka akan menuntut rezim yang memungkinkan transfer kekayaan intelektual mereka secara lebih komprehensif melalui perjanjian kemitraan baru dan berbagi perjanjian dengan perusahaan domestik China."
Presiden AS Donald Trump telah menjatuhkan sanksi pada perusahaan China karena kebijakan itu, kata Profesor Austin.
"Dan itu adalah praktik yang perlu lebih diperhatikan oleh Australia, bukan praktik pencurian rahasia komersial China yang hampir tak terbendung melalui spionase," katanya.
ASPI memperingatkan bahwa negara-negara seperti Australia, AS dan Jerman perlu berbuat lebih banyak untuk menghentikan ancaman tersebut.
Hanson mengatakan negara-negara harus bersatu untuk meningkatkan tekanan pada China.
"Kita perlu mulai memasukkan masalah ini ke agenda internasional, memasukkannya ke dalam agenda dengan China ... dan jika tidak merespons, berusaha untuk membebankan biaya pada China atas perilaku itu."

Tapi Profesor Austin mengatakan Pemerintah Australia akan lebih baik menempatkan upaya kebijakannya untuk melindungi perusahaan dari pemaksaan oleh China, daripada berfokus pada "kasus spionase dunia maya yang hampir tidak terbukti untuk keuntungan komersial".
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi