China Sebut Orang Uighur Dulunya Dipaksa Masuk Islam

Laporan Beijing ini dirilis sebagai kampanye melawan kritikan internasional terhadap perlakuan keras China terhadap warga Uighur, dengan dalih sebagai tindakan "anti-terorisme" terhadap separatis Uighur dan Muslim ekstrimis.
"Saya tak berpikir siapapun di luar China, yang mengikuti apa yang terjadi di Xinjiang, akan tertipu oleh laporan ini," ujar Elaine Pearson, Direktur Human Rights Watch Australia kepada ABC.
"Laporan ini merupakan distorsi fakta yang aneh dan mencolok," katanya.

James Leibold, pakar Uighur dan etnis minoritas China pada Universitas La Trobe, menilai laporan itu sebagai "contoh klasik dari perang informasi yang sedang berlangsung di China."
"Seperti propaganda manapun, laporan itu dipenuhi dengan klaim kebenaran sepihak," katanya.
Media berbahasa Inggris yang dikelola Pemerintah China, Global Times, memuji laporan itu, dengan mengatakan "orang baik bisa membedakan antara yang benar dan yang salah."
"Para penghasut yang jahat diharapkan akan membungkam mulut mereka," tulis harian itu.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi