CIA Kumpulkan Data Transaksi Pengiriman Uang

jpnn.com - WASHINGTON - Beberapa waktu lalu dunia dikejutkan terbongkarnya kasus pengintaian oleh badan intelijen Amerika Serikat, NSA. Kini harian The Wall Street Journal juga membongkar praktik serupa yang dilakukan oleh CIA.
Seperti dikutip laman asione, Jumat (15/1), CIA disebut mengumpulkan database besar transfer uang internasional yang mencakup data keuangan dan pribadi dari jutaan orang di AS. Dijelaskan, dalam program ini CIA menggandeng Biro Investigasi Federal (FBI) guna mengumpulkan data transaksi internasional di AS dan negara lainnya.
"Program tersebut telah membantu mengungkap hubungan teror dan pola keuangan," ujar salah seorang mantan pejabat pemerintah AS. Program penyadapan itu mendapat lampu hijau berdasarkan klausul Patriot Act.
Klausul ini memungkinkan NSA Badan Keamanan Nasional untuk mengumpulkan hampir semua catatan telepon, kekerabatan dan informasi lainnya. Terbongkarnya program ini sekaligus menunjukkan bagaimana berbagai lembaga mata-mata AS -bukan hanya NSA- menggunakan kewenangannya untuk mengumpulkan data publik.
Data yang dihimpun antara lain dari Western Union dan perusahaan pengiriman uang AS lainnya, termasuk transfer dari dan ke negeri Paman Sam itu. Sebagian data yang dihimpun adalah catatan keuangan internasional.(esy/jpnn)
WASHINGTON - Beberapa waktu lalu dunia dikejutkan terbongkarnya kasus pengintaian oleh badan intelijen Amerika Serikat, NSA. Kini harian The Wall
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI
- Indonesia Berangkatkan Pasukan Misi Kemanusiaan Gempa ke Myanmar
- Info Terbaru Gempa Myanmar, Jumlah Korban dan yang Hilang