Cicit Perdana Menteri Pertama Australia Setuju Patung Kakek Moyangnya Diturunkan

Anne Barton, cicit dari Perdana Menteri pertama Australia, Sir Edmund Barton, mendukung gerakan untuk menurunkan patung kakek moyangnya yang didirikan di atas area pemakaman warga Aborigin.
- Lebih dari 4.000 orang tandatangani petisi untuk turunkan patung Sir Edmund Barton dari pemakaman warga Aborigin
- Walikota Port Macquarie dan Hastings tidak mendukung ide memindahkan patung ini
- Nasib patung tersebut akan ditentukan dalam rapat pemerintah setempat pada 1 Juli mendatang
Area pemakaman tersebut berlokasi di Port Macquarie, yang berada di sebelah pertengahan utara New South Wales.
Petisi untuk menurunkan patung ini sudah ditandatangani oleh lebih dari 4.000 orang dan akan dibahas oleh Pemkot setempat 1 Juli mendatang.
Anne mengatakan ia sepenuhnya mengerti maksud dari petisi tersebut.
"Saya merasa sudah waktunya melihat kembali permasalahan ini," kata dia.
"Saya kira ada hal mendasar di sini, bila kita benar-benar ingin melakukan rekonsiliasi yang nyata, maka (pemindahan patung) perlu dilakukan," ujar Anne.
"Selama ini kami — masyarakat pendatang kulit putih — yang selalu didengarkan. Sekarang waktunya untuk memikirkan kembali hal itu," tambahnya.
Anne Barton, cicit dari Perdana Menteri pertama Australia, Sir Edmund Barton, mendukung gerakan untuk menurunkan patung kakek moyangnya yang didirikan di atas area pemakaman warga Aborigin
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi