Cina Kuasai Impor Indonesia
Jumat, 01 Juli 2011 – 14:27 WIB

Cina Kuasai Impor Indonesia
JAKARTA — Berbeda dengan nilai ekspor yang mencatatkan rekor, nilai impor Indonesia pada Mei 2011 justru mengalami penurunan. Pada Mei 2010 impor Indonesia tercatat USD14,83 miliar artinya mengalami penurunan 0,42 persen dibanding impor April 2011 yang besarnya USD14,89 miliar.
‘’Penurunan ini karena terjadi penurunan impor migas sebesar USD19,3 juta atau mencapai 8,08 persen. Tetapi impor non migas tercatat mengalami peningkatan USD256,2 juta atau 2,34 persen’’ kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan di kantornya, Jumat (1/7).
Baca Juga:
Menurut Rusman penyebab turunnya impor migas karena terjadi penurunan impor minyak mentah sebesar USD 118,3 juta atau 11,69 persen dan hasil minyak sebesar USD265,4 juta atau 9,27 persen. ‘’Sedangkan impor gas mengalami peningkatan cukup signifikan yakni sebesar USD64,4 juta atau mencapai 81,01 persen,’’ kata Rusman.
Sementara itu melihat dari negara pemasok barang impor terbesar selama Januari-Mei 2011, masih ditempati oleh Cina dengan nilai impor mencapai USD9,74 miliar. Dengan jumlah sebesar ini, pangsa pasar yang mensuplai barang dari Cina mencapai 18,55 persen. Diikuti Jepang USD7,08 miliar atau 13,48 persen dan Thailand sebesar USD4,28 miliar atau 8,15 persen. ‘’Sedangkan impor dari ASEAN mencapai 23,19 persen. Sedangkan dari Uni Eropa (27 Negara) sebesar 8,92 persen,’’ kata Rusman. (afz/jpnn)
JAKARTA — Berbeda dengan nilai ekspor yang mencatatkan rekor, nilai impor Indonesia pada Mei 2011 justru mengalami penurunan. Pada Mei 2010
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Umumkan Kinerja Keuangan, SIG Jaga Konsistensi Menuju Bisnis Bahan Bangunan Berkelanjutan
- Arus Balik Padat, One Way Lokal Tol Semarang ABC Diberlakukan
- Harga BBM Vivo Jenis Revvo 90 Kembali Turun, Jadi Sebegini Sekarang
- Harga Emas Antam Hari Ini 5 April 2025, Anjlok
- Harga Emas Antam, UBS, dan Galeti24 di Pegadaian Kompak Turun, Berikut Perinciannya
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni