Cinta Sejati
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
jpnn.com - PENASARAN menimbulkan kepo. Atau sebaliknya. Atau sama saja: bagaimana bisa, satu grup polisi takut pada satu remaja. Padahal remaja itu membahayakan begitu banyak siswa yang masih SD. Ia sedang menembaki murid-murid di dalam kelas mereka.
Dari duka beralih ke marah. Setidaknya geram. Paling tidak mempertanyakan: mengapa remaja itu baru bisa dilumpuhkan satu jam kemudian.
Memang remaja itu bersenjata. Tapi seorang diri. Dan lagi ia sudah terjebak di dalam satu kelas: kelas 4 SD di bagian barat Texas.
Betapa mencekamnya keadaan di dalam kelas itu. Betapa lama suasana mencekam itu. Terutama bagi 17 siswa yang masih hidup. Dalam keadaan terluka. Atau pura-pura sudah mati. Tergeletak di lantai. Bersimbah darah. Darah mereka sendiri.
Darah dari teman sekelas mereka. Terutama darah 19 siswa yang mati. Dan darah dari dua orang guru kelas yang juga sudah tewas.
Selama lebih satu jam. Atau hampir satu jam. Atau 45 menit sekalipun. Betapa mencekamnya. Sementara si pembawa senjata masih ada di dalam kelas itu.
Yang tercekam juga orang tua mereka. Yang berdatangan ke sekolah itu. Yang menunggu dengan cemas, berpuluh menit, apa yang terjadi di dalam sekolah. Apalagi mereka masih mendengar ada suara tembakan.
Beberapa ibu meneriaki polisi. Agar cepat berbuat. Anak mereka sedang terancam nyawa. Polisi bergeming. Desakan kian kuat.
Rupanya polisi setempat ingin menutupi kelemahannya itu. Makanya sampai ada berita ''lewat pintu belakang dan sempat berbantah dengan polisi penjaga pintu''.
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Renovasi Rumah