Ciptakan Wirausaha untuk Kurangi Angka Pengangguran

“Kenapa pemerintah tidak menekan impor? Apa lagi sekarang sudah masuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Ini sangat merugikan usaha kecil dan menengah kita,” papar Sadeli.
Sementara itu, anggota DPD Provinsi Kalimantan Timur Muslihuddin Abdurrasyid mengatakan pemerintah harus memberdayakan siswa-siswa dari SMK guna mengurangi angka pengangguran. Sebab, SMK mempunyai potensi daya usaha untuk kepentingan bangsa.
“Lulusan SMK perlu layak dipertimbangkan untuk dunia usaha dan perekonomian kita,” sarannya.
Menanggapai masukan para Senator tersebut, Gati menjelaskan saat ini pemerintah telah menggabungkan sektor usaha secara konvensional. Konvensional dimaksud yaitu menggabungkan sektor usaha dengan digitalisasi dalam bentuk marketing.
“Sehingga produk-produk kita bisa segera terangkat seperti program E-Smart IKM,” tutur dia.
Sedangkan untuk produk impor seperti dari Cina. Pihaknya telah melakukan uji produk seperti Mocin (motor Cina) yang saat ini sudah tidak beredar di Indonesia. “Kami sudah melakukan uji produk,” terang Gati.(fri/jpnn)
JAKARTA - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih mengatakan angkatan kerja mencerminkan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Porang Jadi Andalan Baru Sidrap, Ekspornya Sampai Eropa
- Krakatau Steel Genjot Produksi Baja Tahan Gempa
- Membaca Ulang Arah Industri Baja Nasional Lewat Kasus Inggris
- Hari Ini Pemprov DKI Gratiskan Tarif Transjakarta Khusus Untuk Perempuan
- Iwan Sunito Siap Dukung Program 3 Juta Rumah Lewat Kolaborasi Swasta
- Rencana Impor Diklaim Tak Bakal Ganggu Swasembada Pangan Nasional