Coles, Salah Satu Jaringan Supermarket di Australia Digugat Oleh Ribuan Mantan Pegawainya

"Manajemen Coles, One Team, memberikan waktu bagi kami empat jam sehari untuk menata supermarket agar kelihatan bersih."
Tetapi menurutnya, diperlukan waktu sampai 12 jam untuk mewujudkan keinginan Coles agar semua toko 'tampak bersih dan sempurna'.
Daragh pernah bekerja sampai 18 jam sehari di masa-masa pandemi ketika terjadi kepanikan beli warga tahun lalu.
"Waktu itu hampir mustahil untuk mengelola supermarket, untuk mempertahankan standar yang ada, karena kami bekerja dari satu menit ke menit berikutnya," katanya,
Dia mengatakan jam kerja yang terlalu panjang itu memberikan dampak besar bagi keluarganya termasuk kemampuannya membantu di rumah dengan anaknya yang baru berusia dua tahun.
"Saya tidak bisa membantu di rumah seperti seharusnya, dan kalau pun iya, saya akan tidak bisa berkonsentrasi karena pikiran saya ada di tempat kerja," katanya lagi.
Dia kemudian didiagnosa menderita depresi berat dan stress, yang menurutnya berhubungan langsung dengan pekerjaan dan kemudian pemecatannya dari Coles.
Daragh mengatakan Coles juga menjadikan dia sasaran karena dia membicarakan masalah di tempat kerja.
Salah satu jaringan supermarket terbesar di Australia Coles menghadapi gugatan class action dari sekitar 2.200 karyawan yang merasa mendapat bayaran kurang tetapi bekerja terlalu banyak.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi