Condi Ngotot Bidani Perdamaian Israel-Palestina
Jumat, 07 November 2008 – 01:50 WIB

Condi Ngotot Bidani Perdamaian Israel-Palestina
TEL AVIV – Menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Condoleezza ”Condi” Rice semakin ngotot membidani lahirnya kesepakatan damai Palestina-Israel. Padahal, sampai sekarang, dua negara tetangga itu masih berkonflik. Masing-masing pemimpin pun pesimis terwujud perdamaian tahun ini. Dia juga mengatakan, perpanjangan gencatan senjata tetap tidak akan mampu menghentikan pihaknya melancarkan serangan balasan. Jika diserang, dia berjanji, akan tetap membalas serangan tersebut.
KAmis (6/11), ratusan warga Palestina juga memprotes rencana pembangunan museum toleransi antaragama di sebuah situs muslim. Para demonstran yang mengenakan sapu tangan hitam dan putih itu berjalan mulai dari Jerusalem Timur ke kawasan Kota Tua Jerusalem. ”Membangun Museum Toleransi di atas makam tua Islam tidak akan membuahkan apa-apa kecuali perselisihan itu sendiri,” kata salah seorang pengunjuk rasa.
Baca Juga:
Bersamaan dengan itu, Israel menegaskan kembali keinginan mereka untuk memperpanjang gencatan senjata. ”Kami harap gencatan senjata masih bisa diterapkan lagi. Kami percaya pada gencatan senjata tersebut dan dengan cara itu, segala sesuatunya terlihat lebih tenang,” ujar Deputi Menteri Pertahanan Matan Vilnai dalam wawancara dengan radio militer Israel. Tapi, jubir Hamas di Gaza, Fawzi Barhum, mengatakan bahwa perpanjangan gencatan senjata membutuhkan pertimbangan lebih lanjut. ”Setidaknya konsultasi antarfaksi dalam pemerintahan Palestina,” ujarnya.
Baca Juga:
TEL AVIV – Menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Condoleezza ”Condi”
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar