Copot Speaker Propaganda, Dua Korea Makin Mesra

Guterres menuturkan, dibutuhkan persetujuan Dewan Keamanan PBB. Untuk sementara, dia akan menugasi pejabat PBB yang menangani urusan pengontrolan senjata untuk bekerja sama dengan Korsel.
Pernyataan Korut yang bersedia menutup lokasi uji coba nuklirnya tersebut mengagetkan banyak pihak. Terlebih, selama ini Jong-un selalu berkoar-koar tentang kehebatan senjata misilnya. Suami Ri Sol-ju itu bahkan memberikan jaminan bahwa penutupan bakal dilakukan dengan transparan.
Di Punggye-ri, ada beberapa terowongan yang digali di bawah Gunung Mantap. Beberapa media menyebut bahwa terowongan tersebut ambruk setelah uji coba misil yang terakhir pada September tahun lalu.
Itulah yang mendasari Jong-un untuk mau menyerah atas senjata misilnya. Namun, versi Korut, masih ada dua terowongan lagi yang lebih besar di Punggye-ri. Keduanya masih berdiri tegak. (sha/c14/dos)
Realisasi perdamaian itu selangkah lebih dekat. Kemarin sore (1/5) Korea Selatan dan Korea Utara mulai mencopoti speaker raksasa penyiar propaganda
Redaktur & Reporter : Adil
- 2 Kelebihan Timnas U-17 Indonesia di Mata Korea
- Laga Perdana Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Tidak Gentar Lawan Korea Selatan
- Korea Pantang Meremehkan Skuad Garuda Muda Asuhan Nova Arianto
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang
- Gandeng Fanbase Korea, Human Initiative Gelar Kegiatan Sosial saat Ramadan
- Timnas Basket Indonesia Tanpa Kemenangan, Pelatih dan Kapten Ungkap Pekerjaan Rumah