Corona Masih Menggila, Bansos Semrawut, Semua Bisa Babak Belur

Dari tujuh jalur ini, bantuan yang sedang berjalan adalah bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kalau bansos ada beberapa pintu, dari pusat, dari provinsi, dan dari daerah. Dari pusat sudah berjalan, walaupun belum maksimal. Dari provinsi juga belum maksimal,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin, kemarin
Dari evaluasi di lapangan, pihaknya mendapati terjadi ketidakcocokan antara bantuan yang disalurkan dengan penerima manfaat, atau dengan kata lain bantuan menjadi tidak tepat sasaran.
“Yang berjalan sekarang itu masih berpatokan data lama. Sehingga tidak ada verifikasi ulang. Alhasil ditemukan penerima bantuan ada yang sudah meninggal,” bebernya.
Karena itu, Pemkab Bogor lanjut dia, sedang berupaya melakukan verifikasi dan pembaruan data penerima manfaat. “Diharapkan ke depan penyaluran bansos untuk masyarakat tidak lagi terkendala,” pungkasnya. (mam/d)
Puluhan kepala desa protes soal bansos semrawut, karena melihat data warga yang kena dampak corona tak sebanding dengan data pembagian bantuan.
Redaktur & Reporter : Adek
- Pram-Rano Cairkan Bansos Rp 900 Ribu untuk Penerima KLJ, KAJ, dan KPDJ
- Rano Sebut Bansos untuk Lansia-Disabilitas agar Tak Pinjam ke Bank Keliling
- Tebar Bansos, Aguan & Buddha Tzu Chi Perbaiki Ratusan Hunian Tak Layak di Jakarta
- Semarak Ramadan 2025, Petrokimia Gresik Tebar Bansos hingga Rp 682,5 Juta
- Genjot Upaya Kikis Kemiskinan di Jateng, Gubernur Luthfi Gelontorkan Bansos
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19