Corona Merajalela, PM Israel dan Bos Mossad Jalani Karantina

jpnn.com, TEL AVIV - Wabah virus corona (COVID-19) memaksa pejabat-pejabat penting di Israel menjalani karantina. Sebelumnya Menteri Kesehatan Israel Yaacov Litzman telah didiagnosis terjangkiti COVID-19.
Kini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalani karantina kesehatan. Selain Netanyahu, ada pula Kepala Mossad Yossi Cohen dan Ketua Dewan Keamanan Nasional Israel Meir Ben-Shabbat yang juga menjalani karantina, Kamis (2/4).
Nama-nama itu merupakan pejabat top di Israel. Mereka pula yang selama ini memimpin Israel dalam perang melawan pandemi global itu.
Kementerian Kesehatan Israel merilis siaran pers untuk mengabarkan kondisi terkini Yaacov Litzman. “Menteri keseharan merasa baik-baik saja,” ujar pernyataan tersebut.
Litzman yang tinggal di Yerusalem dikenal sebagai anggota komunitas Yahudi ultra-ortodoks, sebuah kelompok yang justru gagal melakoni petunjuk dan rekomendasi Kementerian Kesehatan Israel. Usianya sudah 72 tahun sehingga tergolong dalam kelompok rentan.
Sebelumnya Netanyahu telah melakukan isolasi mandiri setelah salah satu penasihatnya, Rivka Paluch terjangkiti COVID-19. Namun, Netanyahu dinyatakan negatif dari virus mematikan itu.
Netanyahu menjalani karantina di rumah, sedangkan Cohen mengisolasi diri di markas Mossad. Adapun Litzman sudah menjalani karantina di rumahnya, sedangkan isolasi Bar Siman dilakukan di rumah sakit.
Kini, sejumlah pejabat Negara Yahudi itu juga melakukan isolasi mandiri gara-gara melakukan kontak dengan Litzman. Di antaranya adalah lain Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel Moshe Bar Siman Tov, Kepala Layanan Kesehatan Umum Sigal Sadetsky, serta Ketua Hadassah-University Medical Center Prof. Zev Rotstein.
Wabah virus corona memaksa pejabat-pejabat penting di Israel termasuk kepala Mossad menjalani karantina, setelah sebelumnya menteri kesehatan Negeri Yahudi itu terjangkiti COVID-19.
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos
- Presiden Macron: Serangan Israel di Beirut Tak Dapat Diterima
- Peringati Hari Al Quds Sedunia, Ribuan Massa Padati Gedung Grahadi Surabaya
- Sukseskan Perdamaian, Malaysia Siap Tampung Warga Palestina
- Akademisi Ajak Masyarakat Cermat Ajakan Boikot Beragendakan Persaingan Bisnis
- Membela Palestina Itu Perintah Nabi & Konstitusi, Beginilah Seharusnya Sikap Rakyat RI