COVID-19 Lebih Ganas di Kalangan Minoritas, Muslim dan Yahudi Senasib
Jumat, 19 Juni 2020 – 23:37 WIB

Pekerja mengenakan pakaian pelindung di halaman Central Jamis Mosque Ghamkol Sharif, sebuah tempat pengurusan sementara jenazah yang dibangun di dekat masjid di Birmingham, Inggris, Selasa (21/4). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS
Masih menurut ONS, tingkat kematian tertinggi terjadi di antara pria kulit hitam dengan 255,7 per 100.000 dibandingkan dengan 87 kematian per 100.000 pada pria kulit putih.
Sementara itu pada perempuan kulit hitam, tingkat kematian adalah 119,8 per 100.000 dan 52 per 100.000 pada perempuan kulit putih.
Data-data itu menegaskan sebuah penelitian resmi awal bulan ini yang menemukan bahwa orang kulit hitam dan Asia di Inggris memiliki risiko hingga 50 persen lebih mungkin meninggal setelah terinfeksi COVID-19.
"Perbedaan signifikan juga terjadi pada pria Bangladesh, Pakistan dan India," kata Stripe. (ant/dil/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Menurut data Inggris, tingkat kematian akibat COVID-19 orang-orang yang mengidentifikasi dirinya sebagai Muslim, Yahudi, Hindu atau Sikh lebih tinggi
Redaktur & Reporter : Adil
BERITA TERKAIT
- KHDJH Jadi Wujud Nyata Anak Muda Berdaya di Industri Fesyen Muslim Lokal Bersama Shopee
- PP IPNU Apresiasi Dukungan AQUA kepada Generasi Muda Muslim
- Presiden AS dan PM Inggris Bertemu Untuk Akhiri Perang Ukraina
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19
- Rabi Yahudi Sebut Trump Dipilih Tuhan untuk Tegakkan Keadilan & Memerangi Islam Radikal
- Nekat Bakar Al-Qur’an, Langsung Diburu dengan Sajam