COVID Varian Campuran Menyebar di Asia Termasuk Indonesia

Negara kota itu mengalami penurunan setelah lonjakan kasus dan rawat inap yang dipicu oleh varian XBB yang sangat mudah menular.
"XBB adalah apa yang kami sebut galur rekombinan, jadi ini adalah dua galur atau subvarian COVID berbeda yang bersatu," jelas Dr Senanayake.
"Tapi kabar baiknya adalah bahwa Singapura mengalami peningkatan kasus yang singkat dan tajam, dan turun dengan sangat cepat, baik dalam hal kasus maupun rawat inap."
Baik BQ.1 dan XBB telah terdeteksi di Australia dan bisa menjadi dominan di sini.
Singapura adalah salah satu pusat penerbangan tersibuk di Asia, yang dapat membantu penyebarannya.
Meskipun Singapura mengalami peningkatan rawat inap dan XBB dilaporkan lebih mudah menular daripada subvarian sebelumnya, penyakit ini juga tidak terlalu parah.
Beberapa laporan menggambarkan XBB sebagai semacam "artis pelarian", tetapi Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan mengatakan "tampaknya tidak memiliki kekebalan yang lolos dengan BA.5 [subvarian Omicron], yang berarti individu yang sebelumnya terinfeksi BA. 5 akan mempertahankan kekebalan mereka terhadap subvarian baru".
Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News yang selengkapnya dapat dibaca di sini.
Sejumlah negara di Asia termasuk Indonesia kini mengalami penyebaran COVID-19 varian campuran yang dikenal dengan Varian XXB
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun