All England 2018
Cuma Hakim Servis dan Tuhan yang Tahu soal Aturan 115 cm
Selasa, 13 Maret 2018 – 10:15 WIB

Marcus Fernaldi (kiri), Herry Iman Pierngadi (tengah) dan Kevin Sanjaya. Foto: Badminton Indonesia
"Jadi yang menentukan itu service judge, peluang human error juga besar. Kalau perlu ada hawk eye juga, jadi kalau dinyatakan salah, pemain yang tidak terima bisa challenge (pembuktian dengan tayangan ulang), bukti yang jelas, ada rekaman, otentik dan bisa dipertanggungjawabkan. Lebih fair. Kalau sekarang kan penilaian sesaat saja, yang tahu hanya service judge dan Tuhan, dan keputusan itu mutlak, tidak bisa diprotes," pungkas Herry. (adk/jpnn)
Pelatih ganda putra Indonesia Herry IP menilai aturan servis baru harus disusul dengan adanya hawk eye sehingga pemain bisa minta challenge.
Redaktur & Reporter : Adek
BERITA TERKAIT
- Ini Kata Shi Yu Qi Setelah Jadi Juara All England 2025
- Jadwal Final All England 2025: Leo/Bagas Lanjutkan Dominasi Ganda Putra Indonesia?
- Shi Yuqi Tantang Lee Chia-hao di Final All England 2025, Pengalaman vs Kuda Hitam
- Jadwal Semifinal All England 2025, Indonesia Pasti ke Final
- Tembus Semifinal All England 2025, Sabar/Reza Buka Asa Lanjutkan Dominasi Ganda Putra
- All England 2025: Doa Fajar/Rian Mengiringi Perjuangan Leo/Bagas dan Sabar/Reza