Curhat di Pidato Kenegaraan, Presiden Jokowi: Semestinya Ruang Sidang Ini Terisi Penuh

Jokowi menyebut kemunduran banyak negara besar itu bisa menjadi peluang dan momentum bagi Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Ibarat komputer, katanya, perekonomian semua negara saat ini sedang macet atau hang.
Oleh karena itu, semua negara harus mematikan komputer sesaat, harus melakukan re-start dan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya.
"Saya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar," tegasnya.
Jokowi menambahkan, momentum pandemi ini harus dimanfaatkan untuk membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, serta menjalankan strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan.
"Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan-lompatan besar. Pada usia ke-75 tahun ini, kita telah menjadi negara upper middle income country. Dua puluh lima tahun lagi, pada usia seabad Republik Indonesia, kita harus mencapai kemajuan yang besar, menjadikan Indonesia negara maju," ujarnya.(fat/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Presiden Jokowi mengawali pidato kenegaraannya dengan ungkapan keprihatinnan akibat pandemi Covid-19, di ruang sidang tahunan MPR/DPR/DPD.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19
- Prabowo: Danantara Akan jadi Salah Satu Pengelola Dana Kekayaan Negara Terbesar di Dunia
- Isu COVID & Lab Wuhan Mencuat Lagi, China Gercep Membela Diri
- Sidang Tuntutan Korupsi APD Covid-19 di Sumut Ditunda, Ini Masalahnya
- Trump Bikin Gebrakan Hari Pertama, Langsung Teken Keppres agar AS Keluar dari WHO
- Jokowi Lakukan Pertemuan Terbatas dengan Sultan HB X di Klaten