Dahlan: Jangan Sampai Semut Ramai Dulu Baru Diberi Gula

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tak mau menunda-nunda kunjungannya ke Pulau Natuna dan Kepulauan Anambas pada awal Mei mendatang. Ia tak mau dua kepulauan Indonesia yang terletak di Laut Cina Selatan, antara Malaysia Timur dan Barat dan Kalimantan itu dikembangkan oleh pihak yang tidak tepat.
"Khususnya untuk Anambas bisa diharapkan menjadi pariwisata ke depan, karena dekat dengan Singapura, Malaysia dan Thailand. Dan kalau memang bisa dikembangkan, akan kita lihat apa yang bisa kita kembangkan, karena itu rawan disengketakan," ulas Dahlan di Kantor Jasindo, Jakarta, Rabu (30/4) malam.
Jangan sampai kata Dahlan, pemerintah telat dalam mengembangkan pariwisata yang indah tersebut. Karenanya Dahlan ingin meninjau dan melihat langsung potensi itu.
"Jangan harus ada semut dulu baru datang gulanya, tapi kita kasih dulu gula nya baru semut-semut pasti akan berdatangan," terang Dahlan mengumpamakan.
Pria asal Magetan itu lantas mencontohkan negara Hainan yang dulu hampir tak tersentuh oleh manusia, namun setelah dikelola dengan baik maka banyak yang mengunjungi Hainan.
"Hainan dulu juga enggak ada apa-apanya, justru karena diciptakan dan dibuat dulu, baru banyak yang datang. Nah apa salahnya kalau kita seperti itu, kita kelola dulu dengan baik dan menarik, nanti orang-orang pasti banyak yang datang," papar pria berkacamata itu. (chi/jpnn)
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tak mau menunda-nunda kunjungannya ke Pulau Natuna dan Kepulauan Anambas pada awal
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Apakah Galon Polikarbonat Bisa Sebabkan Kanker? Simak Faktanya
- 60 Influencer Terpilih Jadi Penebar Kebaikan Hijab Tiebymin
- Peradi Tingkatkan Kemampuan Anggota dengan Hadirkan Advokat Luar Negeri
- Paksa Kepala Daerah Ikut Retret, Prabowo Ingin Meniru Rezim Orde Baru
- Pengamat: Retret Kepala Daerah Bukan Demi Kesejahteraan Rakyat, Tetapi Investasi Politik Prabowo
- Rano Karno Sebut Pramono Anung Sudah di Magelang, Ikut Retret Kepala Daerah?