Dampak Diperketatnya Aturan COVID-19 di Victoria Bagi Pelaku Bisnis Asal Indonesia

"Dukung bisnis lokal, dukung bisnis Indonesia, karena jika tidak pesan online, takeaway, atau bahkan makan di restoran dalam jumlah kecil, bisnis ini tak akan ada lagi."
Nathan Agus, konsultan properti

Nathan Agus adalah warga Indonesia di Melbourne yang bekerja sebagai konsultan penjualan properti 'Xynergy Realty'.
Ia mengatakan pandemi virus corona telah mempengaruhi bagaimana orang-orang melakukan proses inspeksi properti.
Dalam situasi normal sebelum pandemi, Nathan dan agen lainnya di perusahaan tersebut bisa menerima tujuh hingga 10 orang dalam satu ruangan saat inspeksi.
Namun, sejak pandemi, mereka hanya bisa menerima maksimal satu hingga dua orang dalam satu properti, dari maksimal 10 orang yang menunggu di luar gedung.
Selain itu, mereka juga harus menerapkan protokol keamanan sesuai aturan Pemerintah Victoria, yaitu peraturan 'in-house visit' atau kunjungan dalam rumah, yang hanya memperbolehkan lima orang dalam satu kali kunjungan.

Victoria kini mencatat 20 kasus baru virus corona dengan enam wilayah di pinggiran kota Melbourne dinyatakan sebagai hotspot penularan.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi