Dampak Evergrande Pacu Harga Emas Melambung Lagi, Cihuy!

Namun, Analis senior di Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan gambaran teknikal untuk emas "tetap bearish dalam jangka pendek".
"Kami mungkin melihat pedagang jangka pendek yang telah melakukan penjualan mungkin sore hari dan melakukan beberapa penyesuaian posisi menjelang FOMC," bebernya.
Wyckoff menambahkan pengaruh positif dari tergelincirnya USD dan kenaikan harga minyak mentah juga mengangkat harga emas.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan merilis pernyataan kebijakan dan proyeksi ekonomi baru pada akhir pertemuannya pada Rabu waktu setempat.
Beberapa analis percaya bank sentral dapat mengumumkan dimulainya pengurangan pembelian aset pada kuartal keempat, yang bisa mendorong emas lebih rendah.
Pengurangan stimulus bank sentral dan kenaikan suku bunga cenderung mengangkat imbal hasil obligasi, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tanpa bunga.
"Pertanyaan besar yang perlu dijawab adalah apakah ketidakpastian pasar saat ini akan mengubah jadwal prospektif yang mungkin dimiliki The Fed ketika mengumumkan pengurangan pembelian aset," kata Kepala analis pasar di CMC Markets UK, Michael Hewson.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 40,7 sen atau 1,83 persen, menjadi ditutup pada USD 22,611 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD 51,6 atau 5,74 persen menjadi ditutup pada USD 950,8 per ounce. (antara/jpnn)
Harga emas di perdagangan akhir Selasa (Rabu pagi WIB), kembali naik akibat kekhawatiran bangkrutnya perusahaan properti China Evergrande.
Redaktur & Reporter : Elvi Robia
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Harga Emas Antam Hari Ini 4 April, Turun!
- Harga Emas Antam & Galeri24 Hari ini Naik, UBS Turun Tipis
- Waspada! Prediksi Kebijakan Donald Trump Bisa Picu Resesi di Indonesia
- Momen Lebaran, Gubernur Harum Beri 3 THR Spesial Untuk Rakyat Kaltim