Dampak Fatal Minum Alkohol bagi Wanita Hamil dan Janin

jpnn.com - Masa kehamilan menjadi momen yang istimewa bagi para ibu hamil. Dalam menjaga kandungan agar tetap sehat, ada beberapa asupan yang sementara tidak boleh dikonsumsi, salah satunya minuman beralkohol.
Mari ketahui lebih lanjut bahaya alkohol bagi ibu hamil dan janin di sini.
Minuman beralkohol memiliki kandungan yang cukup berbahaya dan dapat memengaruhi kesehatan bumil dan janinnya.
Dalam kehamilan, belum ada jumlah konsumsi dan waktu minum alkohol yang aman. Untuk itu, wanita yang ingin atau sedang hamil perlu menghindari minuman ini.
Pada dasarnya, semua jenis minuman beralkohol memiliki efek berbahaya (termasuk anggur dan bir), khususnya bila tidak dikonsumsi dengan bijak.
Saat bumil minum minuman beralkohol, alkohol akan mengalir dari darah melalui plasenta dan langsung ke bayi.
Nah, karena bayi tidak dapat mencerna alkohol, maka hal itu dapat mengganggu perkembangannya, contohnya pada organ hati. Organ ini menjadi yang terakhir berkembang sampai fase akhir kehamilan.
Minum alkohol, terutama dalam tiga bulan pertama kehamilan, dapat meningkatkan berbagai risiko yang merugikan ibu hamil dan janin. Namun, minum setelah tiga bulan pertama kehamilan pun dapat memengaruhi pertumbuhan dan fisik bayi setelah lahir.
Minuman beralkohol memiliki kandungan yang cukup berbahaya dan dapat memengaruhi kesehatan bumil dan janinnya.
- Legislator Ini Berkomitmen Berbagi Kebahagiaan Kepada Ibu Hamil dan Anak yang Sakit
- Si Melon PIK2 Bantu Warga Teluknaga Melawan Stunting
- Bea Cukai Gagalkan Pengiriman Arak Bali Ilegal Sebanyak Ini di Tol Semarang-Batang
- 3 Manfaat Terong Belanda, Baik Dikonsumsi Ibu Hamil
- Cerita Jessica Simpson Setelah Lepas dari Alkohol, Lebih Kreatif
- 3 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil