Dampak Hoaks soal COVID-19 Sangat Berbahaya, tetapi Masih Banyak yang Percaya
Senin, 05 Juli 2021 – 16:10 WIB

Menurut epidemiolog, Pemerintah Indonesia tidak mengikuti arahan pakar dalam menangani pandemi. (Reuters: Ajeng Dinar Ulfiana)
Kini telah kehilangan sang ayah, Gusman berharap agar orang-orang tidak langsung menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
"Ketika ada informasi sampai, jangan ditelan bulat-bulat, jangan serta merta diyakini jika itu adalah kebenaran yang mutlak, harus dicari beberapa sumber," ujarnya.
"Tapi kalau memang malas buat mencari apakah info itu benar atau tidak, ya sudah jangan langsung diyakini atau disebarkan dulu."
"Simpan buat diri sendiri dulu saja."
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Gusman tahu kalau banyak informasi yang salah soal COVID, termasuk teori konspirasi yang beredar
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- IRT di Inhu Mengaku Dibegal, Saat Diselidiki Polisi, Ternyata
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi