Dampak Siklon Tropis Cempaka, 4 Meninggal termasuk Aurora
Rabu, 29 November 2017 – 10:33 WIB

Air meluap di jalur Jogjakarta-Wonosari, tepatnya di Jembatan Bunder, Patuk (28/11). Foto: Gunawan/Radar Jogja/JPNN.com
Supri, salah seorang pemilik bebek, mengungkapkan, menangkap bebek yang lepas liar tanpa bantuan sangatlah sulit.
Bahkan, untuk menggiring atau mengarahkan bebek, tidak hanya dibutuhkan kesabaran. Tapi juga tidak boleh grusah-grusuh. Jika tidak, bebek justru akan bubar tunggang-langgang.
’’Mas Widhi ini biasanya menyewakan jasa angkut bebek angon. Tapi, dalam kondisi banjir seperti ini, tenaganya sangat saya butuhkan. Untuk menyewa jasanya, saya bayar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu,’’ ungkapnya. (gun/dwi/tom/laz/c5/ttg)
Stasiun Klimatologi BMKG DIJ memang telah mengeluarkan peringatan dini dampak badai siklon tropis Cempaka.
Redaktur & Reporter : Soetomo
BERITA TERKAIT
- Banjir di Padangsidimpuan, 711 Jiwa Mengungsi
- Warga Diminta Waspadai Longsor di Kawasan Menuju Wisata Gunung Bromo
- BPBD Jabar: Longsor Sukabumi, 7 Warga Hilang, 1 Anak Meninggal
- Banjir Disertai Longsor di Sukabumi Menewaskan Satu Warga dan Tujuh Orang Hilang
- Longsor di Garut, Seorang Warga Tertimbun Berjam-jam
- Longsor di Boyolali, Belasan Rumah Warga Rusak