Dampingi Presiden Jokowi Kunjungi Pabrik Maspion di Sidoarjo, Menaker Sampaikan Hal Ini

jpnn.com, SIDOARJO - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja ke pabrik PT Maspion Unit I di Aloha, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (27/12).
Selain meninjau kegiatan perusahaan, Presiden Jokowi juga mengadakan makan siang dengan nasi boks bersama ratusan pekerja peralatan rumah tangga pada perusahaan milik pengusaha Alim Markus tersebut.
Di depan ratusan pekerja dan pimpinan perusahaan, Kepala Negara memberikan apresiasi Maspion dalam mempertahankan eksistensi produk dalam negeri untuk mendongkrak ekonomi nasional.
"Saya memberikan acungan jempol untuk PT Maspion yang menguasai pasar dalam negeri sekaligus berhasil mengekspor produknya ke beberapa negara lain. Jangan sampai dalam negeri kita malah dibanjiri produk asing,” kata Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi pun menyampaikan sukacita melihat kedekatan perusahaan dengan pekerja saat makan siang bersama.
Suasana bahagia, guyub dan penuh senyum terlihat dari direksi, pimpinan, dan para pekerja di pabrik Maspion.
Apresiasi serupa disampaikan Menaker Ida Fauziyah atas kontribusi Maspion yang telah memberikan lapangan kerja bagi puluhan ribu pekerjanya dan sudah menjadi kebanggan Indonesia, dengan aneka produk rumah tangganya yang sudah memasyarakat.
"Slogan cintailah produk-produk Indonesia yang dikenal sejak dulu hingga kini rasanya benar-benar menjadi spirit bangsa untuk mencintai produk buatan Indonesia,” kata Menaker Ida Fauziyah.
Menaker Ida Fauziyah mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kerja ke pabrik Maspion di Sidoarjo, Jawa Timur
- 3 Juta Lulusan SMA/SMK Menganggur, Waka MPR: Berbagai Langkah Harus Segera Diambil
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
- Pesan Khofifah ke Alim Markus: Sebisa Mungkin Tidak Ada PHK
- Menaker: Mudik Nyaman Panasonic Gobel, Bukti Kepedulian Dunia Usaha Kepada Pekerja
- Lewat Ekspor, 5,2 Ton Kerapu Asal Wakatobi Tembus Pasar Hong Kong