Dana Kesehatan Minim, Genjot Peran UKS
Senin, 26 Maret 2012 – 18:11 WIB
JAKARTA--Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo mengatakan, perhatian pemerintah terhadap bidang kesehatan masyarakat masih sangat minim. Hal itu ditunjukan dengan masih rendahnya anggaran yang dialokasikan untuk bidang kesehatan.
"Masih sekitar 2,8 persen, belum pernah lampaui 3 persen dari APBN, jika dibandingkan dengan pendidikan yang mencapai 20 persen tentu sangat jauh," kata Prijo, saat penganugerahan Dokter Kecil Award 2012, di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (26/3).
Baca Juga:
Padahal , tandas Prijo, WHO memberikan rekomendasi, anggaran kesehatan ideal sebuah negara itu minimal 5 persen dari keseluruhan total anggaran negara. Dari anggaran yang rendah itu pun, hanya sedikit yang benar-benar diperuntukkan untuk kesehatan masyarakat. Sisanya habis untuk upaya kesehatan perorangan, dan gaji pegawai yang bekerja di sektor kesehatan. "Dari data tersebut, sangat jelas bahwa Indonesia masih jauh di bawah anjuran WHO," terang Prijo.
Sementara itu, Plt Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud, Suyanto mengungkapkan, pihaknya mendorong sekolah-sekolah untuk dapat lebih menghidupkan peran UKS dan Dokter Kecil di sekolah. "Sekolah-sekolah di Indonesia wajib untuk kembali menghidupkan peran UKS dan Dokter Kecil di sekolah-sekolah dasar. Karena selama ini dirasakan peran keduanya belum maksimal, khususnya sekolah-sekolah yang ada di daerah atau kota-kota kecil," tukasnya.
JAKARTA--Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prijo Sidipratomo mengatakan, perhatian pemerintah terhadap bidang kesehatan masyarakat masih sangat
BERITA TERKAIT
- Pemuda ICMI Gugat Peraturan Menteri terkait Proyek Strategis Nasional
- SPPG Wajib Mengontrol Kualitas Makanan Propam MBG
- Libur Sekolah Saat Ramadan Perlu Kajian Mendalam, Karmila Sari Usulkan Pesantren Kilat
- Menko Yusril dan Deretan Pejabat Hadiri Malam Apresiasi Karya Jurnalistik Iwakum
- Sepanjang 2024, BTN Salurkan Rp4,14 Miliar untuk Pembangunan & Renovasi Rumah Ibadah
- Pemilik Ponpes di Jaktim Diduga Sodomi Santri, Sahroni Geram