Catatan Politik Senayan

Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan

Oleh: Bambang Soesatyo - Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua Komisi III ke-7/Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (UNHAN)

Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua Komisi III ke-7/Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (UNHAN) Bambang Soesatyo. Foto: Dokumentasi pribadi

jpnn.com - Inisiatif Presiden Prabowo Subianto mendirikan Daya Anagata Nusantara atau Danantara relevan dengan tantangan yang mengemuka akibat ketidakpastian global saat ini.

Dengan peran dan fungsinya sebagai badan pengelola investasi (BPI) dan instrumen pembangunan nasional, program-program Danantara diyakini bisa menstimulasi dinamika perekonomian nasional di jalur produktif.

Dan, berkolaborasi dengan pemerintah, para ahli di dalam manajemen Danantara didorong untuk merancang peta jalan proses transformasi ekonomi Indonesia.

Dunia, hingga hari-hari ini, masih dan terus berselimut ketidakpastian. Daya rusak dari ketidakpastian itu nyata dan sudah menimbulkan rasa cemas komunitas global karena bisa menjerumuskan perekonomian dunia ke zona resesi.

Derajat ketidakpastian global meningkat setelah Amerika Serikat (AS) menerapkan kebijakan unilateral dengan mendongkrak bea masuk sejumlah barang impor, yang mulai diberlakukan 2 April 2025.

Tindakan sepihak AS itu mengundang balasan dari Kanada, Meksiko, termasuk Uni Eropa serta Tiongkok.

Sejumlah ekonom dan praktisi bisnis dari berbagai negara, termasuk di AS, sudah membuat perkiraan tentang gambaran kerusakan ekonomi di belahan Amerika utara dan Eropa. Jadi, bukan perang dingin lagi, melainkan dunia mulai menapaki perang tarif.

Cepat atau lambat, dampak langkah AS mendongkrak bea masuk produk impor itu akan dirasakan Indonesia, mengingat fakta tentang aktivitas ekspor-impor kedua negara.

Inisiatif Presiden Prabowo mendirikan Daya Anagata Nusantara atau Danantara relevan dengan tantangan yang mengemuka akibat ketidakpastian global saat ini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News