Catatan Politik Senayan

Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan

Oleh: Bambang Soesatyo - Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua Komisi III ke-7/Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (UNHAN)

Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua Komisi III ke-7/Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (UNHAN) Bambang Soesatyo. Foto: Dokumentasi pribadi

Arus dana investasi dari UE tahun-tahun mendatang mungkin akan menipis karena prakarsa militerisasi di benua itu.

Ingin mengurangi ketergantungannya pada AS, UE akan membangun industri pertahanan. Menurut rencana awal, UE akan mengalokasikan dana sampai 800 miliar Euro – ekivalen 870 miliar dolar AS -- untuk merealisasikan pembangunan sektor pertahanan selama empat tahun ke depan.

Prakarsa militerisasi UE itu rupanya menarik perhatian produsen mobil Volkswagen (VW). Didukung produsen senjata Jerman, Rheinmetall, VW pun berinisiatif mengubah sebagian fasilitas produksinya menjadi industri persenjataan.

Maka, inisiatif Presiden Prabowo Subianto mendirikan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara menjadi relevan dengan tantangan yang mengemuka akibat ketidakpastian global saat ini.

Danantara membangun kekuatan dengan mengonsolidasikan aset-aset pemerintah agar semua aset itu terintegrasi dan efisien sehingga pada waktunya bisa dimanfaatkan untuk mendukung kebijakan investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketika memperkenalkan Danantara pada 24 Februari 2025. Presiden menegaskan makna strategis dan arti sangat penting Danantara.

Selain mengelola dana investasi, Danantara harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang akan mengoptimalkan strategi mengelola kekayaan Indonesia. Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) serta visi yang melandasi kehadiran Danantara sudah tepat dan relevan.

Presiden pasti terbuka terhadap kritik tentang Danantara, namun sebuah inisiatif baru harus ditetapkan untuk merespons ketidakpastian saat ini.

Inisiatif Presiden Prabowo mendirikan Daya Anagata Nusantara atau Danantara relevan dengan tantangan yang mengemuka akibat ketidakpastian global saat ini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News