Catatan Politik Senayan

Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan

Oleh: Bambang Soesatyo - Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua Komisi III ke-7/Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (UNHAN)

Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
Anggota DPR RI/Ketua MPR RI ke-15/Ketua DPR RI ke-20/Ketua Komisi III ke-7/Dosen Tetap Pascasarjana Universitas Borobudur, Universitas Jayabaya dan Universitas Pertahanan (UNHAN) Bambang Soesatyo. Foto: Dokumentasi pribadi

Dalam konteks kebutuhan investasi langsung, Indonesia secara bertahap harus mengurangi ketergantungannya pada modal asing, dan Danantara mestinya dimaknai sebagai langkah awal mewujudkan kemandirian.

Dalam konteks itulah manajemen Danantara diimbau untuk menggarisbawahi pesan penting atau komitmen Presiden Prabowo tentang hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan tanaman pangan.

Bagi masa depan kepentingan negara-bangsa, komitmen itu sangat strategis sehingga manajemen Danantara harus bijaksana memaknainya. Jangan lupa, komitmen ini sudah berulang kali ditegaskan Presiden Prabowo.

Dalam pidato pertamanya usai Pengucapan Sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia di Gedung MPR/DPR/DPD Jakarta, Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia menuju swasembada pangan dan energi sebagai langkah utama guna menghadapi tantangan global yang makin kompleks.

"Saya telah mencanangkan Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh bergantung dari sumber makanan dari luar," tegas Presiden.

Kemudian, ketika memberi pembekalan kepada para menteri di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, belum lama ini, Presiden Prabowo pun mengemukan inisiatifnya segera merealisasikan hilirisasi potensi SDA.

Dalam perencanaan Presiden, hilirisasi akan menyentuh 28 komoditas unggulan Indonesia. Rincian komoditas yang sempat dipublikasikan meliputi nikel, timah, tembaga, besi baja, emas perak, batu bara, aspal buton, dan minyak bumi.

Sasaran hilirisasi lainnya meliputi gas bumi, kelapa, karet, getah pinus, udang, ikan TCT, rajungan, rumput laut, pasir silika, kobal, logam tanah jarang, kakao, pala, dan tilapia.

Inisiatif Presiden Prabowo mendirikan Daya Anagata Nusantara atau Danantara relevan dengan tantangan yang mengemuka akibat ketidakpastian global saat ini.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News