Dapatkah Tenaga Kerja Lokal Mengatasi Kelangkaan Pekerja Sektor Pertanian di Australia?

Joanna Burnet mengatakan saat ini ada ratusan orang 'backpacker' yang menunggu diizinkan masuk ke Australia begitu perbatasan internasional dibuka.
Membenahi masalah tenaga kerja lokal
Namun, tidak semua pihak ingin kembali ke model tenaga kerja pra-pandemi di sektor pertanian.
Walikota wilayah regional Blackall-Tambo, Andrew Martin, mengatakan meskipun 'backpacker' berperan penting dalam industri pertanian lokal, inilah saatnya untuk meninjau kembali isu tenaga kerja di pedalaman.
"Kami sendiri yang telah lalai," katanya.
"COVID telah menutup perbatasan internasional, dan kami mendapati diri kami dalam keadaan sangat, sangat kekurangan (tenaga kerja)."
Walikota Andrew mengatakan kini saatnya untuk mengambil hikmah dari permasalahan ini sebagai peluang bagi industri pedesaan untuk membenahi kembali tenaga kerja lokal.
"Saya perkirakan ada 200 ribu lowongan kerja di daerah terpencil dan pedesaan Australia saat ini."
"Banyak sekali pekerjaan di sana tapi tidak ada orang yang mengisinya."
Di saat Australia akan menawarkan visa bekerja di pertanian kepada negara-negara ASEAN, seperti Indonesia, ada pihak yang merasa seharusnya Australia membenahi dulu tenaga kerja lokal
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi