Dari Gedung Penuh Polisi Khusus, Tiongkok Tepis Isu Penindasan Muslim Uighur
Selasa, 29 Desember 2020 – 05:01 WIB

Pelajar dari etnis Uighur mempelajari Alquran dan Hadis di Institut Islam Xinjiang, Kamis (03/01/2019). Lembaga tersebut difasilitasi pemerintah Tiongkok untuk mencetak para imam yang bebas dari pengaruh radikalisme dan ektremisme. Foto: ANTARA/M. Irfan Ilmie
"Itulah sebabnya kami mengadakan 20 konferensi pers sepanjang tahun ini dengan mengutip banyak fakta, data kasus, dan video untuk mengungkapkan kebohongan pasukan anti-China terkait pembangunan kamp dengan tuduhan untuk menganiaya satu juta etnis minoritas, menghancurkan masjid, melembagakan kerja paksa, dan genosida secara besar-besaran," kata Xu Guixiang yang memandu jalannya setiap acara konferensi pers, baik di Urumqi maupun di Beijing. (ant/dil/jpnn)
Pemda Xinjiang berkali-kali menggelar konferensi pers demi menepis isu pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur, tetapi agenda itu sendiri kental dengan nuansa otoriter
Redaktur & Reporter : Adil
BERITA TERKAIT
- Renovasi Rumah
- Kaya Susah
- Teror ke Tempo Dianggap Melanggar HAM, Polisi Diminta Usut Secara Transparan
- Tokoh Agama Minta Masyarakat Papua Tak Terprovokasi Isu Pelanggaran HAM
- Munafrizal Manan: Isu RUU TNI Timbulkan Pelanggaran HAM Terlalu Dipaksakan
- Dinilai Memicu Segudang Masalah, PSN Merauke Tuai Kritik Keras