Dari Makkah Sampai Bandung, Umat Islam Sambut Ramadan di Tengah Pandemi

Karenanya, amalan sosial dan berbagi dengan sesama manusia di bulan ini lebih ditingkatkan.
Muhammad Iskandar Umar dari Masjid Al Multazam di kawasan Cigadung, Bandung mengatakan masjidnya akan tetap menjalankan kegiatan amal, sambil mematuhi aturan 'social distancing' yang berlaku.
"Di kompleks kami, lebih dari 200 orang telah kehilangan pekerjaan, kebanyakan adalah buruh harian," katanya.
Ia mengatakan sejak sebelum Ramadan, Masjid Al Multazam telah membagikan kupon makanan kepada mereka yang membutuhkan.
Kupon ini kemudian dapat ditukarkan dengan para pedagang makanan yang berada di depan masjid, sehingga sekaligus membantu penjualan mereka.

"Kita merayakan Ramadan di rumah, tanpa melupakan mereka yang membutuhkan," ujar Iskandar, selaku Ketua Program Peduli Sesama (Pro-5) Cigadung.
Di bulan Ramadan Pro-5 Cigadung akan melakukan hal yang serupa, yakni Program Kupon Sembako Warung Tetangga, yang dapat ditukarkan di warung-warung terdekat.
Pandemi virus corona akan mengubah perayaan bulan Ramadan bagi 1,8 miliar umat Islam di seluruh dunia
- Pemprov DKI Sebut Omzet Pedagang UMKM Naik Saat Ramadan, Turun Ketika Lebaran
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Puncak Arus Balik, Manfaatkan Diskon Tol
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Lonjakan Kendaraan di GT Kalikangkung Saat Arus Balik Lebaran Capai 158 Persen