Dari Seminar Seks Berbuntut Suaka
Oleh Dahlan Iskan

Make up-nya sempurna. Roknya pendek-pendek. Posisi duduknya menggiurkan. Sedap sekali di mata.
Penasihat hukum Trump kelihatan mulai berbeda. Ada yang mengatakan pro: baiknya Trump memenuhi panggilan itu. Agar bisa menjelaskan kebenaran versinya. Agar kasus ini segera tutup buku.
Penasihat hukum Trump yang baru memilih anti: jangan hadiri. Ia adalah Rudy Giuliani. Mantan wali kota New York. Yang terkenal itu.
Giuliani khawatir Trump masuk perangkap. Terjebak. Salah menjawab.
Belum tahu bagaimana Trump akhirnya harus bersikap. Kedutaan besarnya di Bangkok yang sudah bersikap: menolak permintaan suaka foto model Belarus itu. Alasannya: tidak ada bukti.
Nastya tidak menyerahkan rekaman pembicaraan itu. Antara Oleg dan Paul itu.
Sedang Kirilov, ketua panitia seminar berkilah: barang bukti itu bukan saat training. Foto itu terjadi setelah itu. Tidak ada praktik sanggama di ruang seminar.
Lalu foto-foto di mana itu? Kirilov berteori. Katanya: ”Ketika selesai seminar mereka pada pergi ke bar. Mempraktikkan hasil training-nya,” ujar Kirilov.
Materi seminarnya sensitif: seni bersenggama. Ada training-nya: bagaimana memikat wanita. Salah satu materinya: kiat mendapatkan nomor kontak seorang wanita.
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump