Dari Thailand ke Filipina: Kabar Ekspat Indonesia yang Kerja di Lembaga Dunia

Di ibukota Thailand, Bangkok, Dewi Ratnawulan yang bekerja di lembaga konsultasi Rapid Asia mengatakan sudah kembali bekerja normal di kantor seperti sebelum pandemi, karena pemerintah Thailand dianggap berhasil menguasai keadaan dengan baik.
"Di sini orang sudah kerja kembali, sekolah sudah buka normal.di kereta sudah boleh duduk bersebelahan, tidak ada kursi kosong," kata Dewi kepada wartawan ABC Indonesia Sastra Wijaya.
"Tapi semua harus pakai masker. Di beberapa lembaga internasional seperti UN Women, dan ILO masih belum full, staf bisa kerja dari rumah, dan hanya 3 hari seminggu ke kantor," kata Dewi yang mengatakan kantornya sudah kerja normal sejak bulan Juni.
Dewi adalah penasehat senior masalah gender dan hak asasi manusia di Rapid Asia, sebuah lembaga yang melakukan penelitian sosial untuk berbagai lembaga internasional yang membutuhkannya.
"Saya pernah kerja dari rumah selama sebulan. Dan selama ini memang ada beberapa proyek yang ditunda dan dibatalkan, karena klien masih menunggu situasi lebih membaik lagi," katanya yang sedang menyelesaikan pendidikan di Universitas Woolongong dan University of Sydney di Australia tersebut.
"Kita juga tidak bisa keluar dari Thailand sehingga beberapa workshop dan pelatihan harus dilakukan secara virtual," kata Dewi.
"Saya juga harus membatalkan beberapa perjalanan ke Ethiopia, Mongolia, Vietnam."
Menurut Dewi, beberapa staf internasional dari lembaga lain kembali ke negara masing-masing dan sampai sekarang belum bisa kembali.
Di tengah pandemi COVID-19, tidak sedikit warga Indonesia yang tinggal dan bekerja sebagai staf internasional di negara lain terpaksa menyesuaikan diri sesuai keadaaan negara tempat mereka bekerja
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi