'Dari Tiga Bulan Jadi Enam Bulan': Visa Warga Tetap Australia Makin Sulit Didapat

Karena tidak sesuai minat, Susan memilih untuk melanjutkan pendidikannya di bidang terapi kecantikan di Institut Academia di Melbourne.
"Saya memang mau belajar bidang ini dan secara pribadi belum mau pulang ke Indonesia," kata Susan kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.
"Jadi kata orangtua boleh tinggal satu tahun lagi di Australia."
Butuh poin sangat tinggi
Untuk memperbesar kemungkinan diterimanya permintaan visa warga tetap, agen migrasi Yapit mengatakan bahwa pengaju harus memiliki poin yang sangat tinggi.
"Poin ini meliputi umur, kemampuan Bahasa Inggris, sekolah di Australia, studi regional, kualifikasi spesialisasi, pengalaman kerja, kursus profesional dan sponsor daerah," kata Yapit.
"Terhitung 16 November 2019 nanti, pengaju berstatus lajang akan mendapat poin 10 sama halnya dengan seseorang yang menikah dengan orang Australia."
Tentang jenis visa yang paling berpotensi untuk didapatkan, Yapit menyarankan untuk mencoba mengajukan aplikasi pada visa subclass 189 atau 190.
"Kalau bisa punya poin sendiri, boleh mengajukan visa warga tetap skilled independent subclass 189 karena tidak terikat harus tinggal di negara bagian tertentu selama dua tahun."
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia