Darurat Asap, BNPB: Bencana Nasional atau Tidak Sama Saja

jpnn.com - JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei berpandangan dengan status bencana nasional atau tidak, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan tidak ada bedanya.
"Taroklah kita tetapkan jadi bencana nasional, apa bedanya. Orang kita sudah kerahkan sumber daya nasional ke sana. Tidak ada bedanya," tegas Willem di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (6/10)..
Purnawirawan TNI berpangkat Laksamana Muda itu memperjelas, hingga saat ini pemerintah memang belum menetapkan kabut asap akibat karhutla di Sumatera dan Kalimantan sebagai bencana nasional. Pun demikian, pihaknya telah mengerahkan sumber daya nasional baik personil maupun TNI.
Penetapan status bencana nasional diatur UU No.24/2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Dalam Pasal 7 ayat 2 UU tersebut diterangkan bahwa penetapan status bencana nasional dan daerah memuat indikator jumlah korban, kerugian harta benda, cakupan luas wilayah terkena bencana, hingga dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.
Selain indikator itu, ketentuan penetapan status dan tingkatan bencana diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP).
"Ini harus dibuatkan PP-nya, sementara PP-nya belum dibuat," ungkap Willem. (fat/jpnn)
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei berpandangan dengan status bencana nasional atau tidak, penanganan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Polri Jamin Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan
- Terima Kunjungan PNI, Bamsoet Ajak Perkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa
- Mudik Lebaran 2025, Ada Diskon Tarif Tol 20 Persen Hingga Sistem One Way
- Kapolri Jamin Harga Pangan Stabil Sesuai HET Saat Ramadan
- Ini Solusi Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno untuk Percepat Transisi Energi di Indonesia
- Sidang Korupsi Retrofit Belum Hadirkan Hengky Pribadi, Aktivis Sumsel Sentil KPK