Data Kematian Covid-19 tak Dicantumkan, PPP Ingatkan Pemerintah
"Untuk mengingatkan masyarakat tentang masih tingginya angka kematian kita karena Covid-19," tuturnya.
Meski validitasnya diragukan, kata Arsul Sani, selama ini tetap dipakai oleh kalangan masyarakat sipil yang peduli Covid untuk saling mengingatkan agar lebih taat dengan PPKM dan pentingnya vaksinasi.
"Lah, kalau dihilangkan meski sementara sama artinya dengan menghilangkan salah satu tools untuk mengingatkan masyarakat," ujarnya.
Anggota Komisi III DPR RI itu menekankan sudah menjadi tugas satgas Covid-19 untuk membereskan data tersebut.
Dia juga menyebutkan pemerintah tidak perlu malu kalau setelah dibereskan dan lebih akurat, malah data kematiannya lebih tinggi seperti yang diduga LaporCovid-19 itu.
"Meskipun bisa jadi akan menampilkan angka lebih tinggi, tetapi data yang akurat juga akan membawa pengambilan keputusan atau kebijakan pemerintahan dari pusat dan benar-benar berbasis bukti atau data. Bukan pikiran-pikiran lepas dari para pengambil kebijakan," tutur Arsul Sani. (mcr8/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani meningatkan pemerintah pentingnya data kematian Covid-19
Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra
- Pesan Mardiono Saat Hadiri Pelantikan Gubernur Papua Pegunungan & Bangka Belitung
- Mardiono Tegaskan Pentingnya Kebersamaan dalam Kegiatan Bukber Kader PPP
- DPC Solo Raya Dorong Mardiono Jadi Ketum PPP 2025-2030, Ini Alasannya
- Tradisi Partai Persatuan Pembangunan Gelar Peringatan Malam Nuzululquran
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19
- MK Batalkan Ade Sugianto Jadi Bupati Tasikmalaya Terpilih, PPP Jabar: Alhamdulillah