Data Menunjukkan Warga Keturunan Afrika dan Timur Tengah Lebih Banyak Kena Denda COVID-19 di Melbourne

Kepolisian Victoria di Australia dituduh telah melakukan tindakan bermotif rasial, setelah data yang baru dikeluarkan menunjukkan warga asal Afrika dan Timur Tengah mendapat denda lebih banyak berkenaan dengan COVID di tahun 2020.
Yusuf Mohamud bekerja di sebuah pusat bantuan hukum komunitas di Melbourne ketika pandemi COVID terjadi.
Saat 'lockdown' yang panjang, Yusuf masih ingat seringnya mobil polisi melakukan patroli di kawasan tempat tinggalnya.
Dia juga banyak menerima panggilan telepon dari kliennya, yang keturunan Afrika, untuk meminta bantuan hukum.
"Di banyak daerah tempat saya bekerja banyak komunitas warga Afrika yang masih muda," kata pengacara asal Somalia tersebut.
"Kawasan di mana patroli polisi banyak terlihat.. di mana anak-anak muda merasa melihat polisi berseragam hampir setiap hari."
"Komunitas yang memiliki hubungan tegang dengan polisi dan timbul rasa tidak percaya kala itu."
Hubungan itu bahkan semakin membuat kliennya tertekan, saat pemerintah negara bagian Victoria menerapkan aturan yang memberi kuasa kepada polisi untuk menjatuhkan denda bagi mereka yang melanggar aturan terkait COVID-19.
Kepolisian Victoria di Melbourne dituduh melakukan tindakan bermotif rasisme, setelah data yang baru dikeluarkan menunjukkan warga asal Afrika dan Timur Tengah mendapat denda lebih banyak saat pandemi COVID di tahun 2020
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana