Datangi ITB, Jokowi Beralasan Canangkan Kota Pintar

jpnn.com - JAKARTA -- Sejumlah oknum mahasiswa mendemo kedatangan Gubernur DKI yang juga calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo, Kamis (17/4), ke Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat.
Mereka menolak bila Jokowi menggunakan kampus untuk ajang politik. Namun, PDIP membantah Jokowi menggunakan kampus untuk ajang politik.
Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah menyatakan kedatangan Jokowi adalah dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI karena diundang kampus ITB.
Undangan itu dalam rangka penandatanganan nota kerjasama antara Pemda DKI dengan ITB terkait pencanangan Bandung sebagai Kota Pintar atau Smart City.
"Program tersebut adalah salah satu program Pemerintah Kota Bandung yang bekerjasama dengan ITB yang juga melibatkan Pemda DKI Jakarta dalam pelaksanaannya," kata Basarah kepada wartawan, Kamis (17/4).
Karenanya, kata Basarah, protes yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa di Bandung yang mendemo kedatangan Jokowi ke kampus ITB dengan tuduhan politisasi kampus, adalah sikap yang tidak sesuai kondisi obyektifnya.
Ia menjelaskan, sebagai Gubernur DKI, Jokowi sah untuk datang dan menghadiri undangan Rektor ITB. Apalagi acara tersebut menyangkut kerjasama untuk kepentingan dan kebaikan semua pihak.
"Penandatanganan kerjasama ITB dan Pemda DKI adalah bukti Jokowi memanfaatkan potensi bangsa Indonesia sendiri untuk membangun bangsa," kata Anggota Komisi III DPR ini.
JAKARTA -- Sejumlah oknum mahasiswa mendemo kedatangan Gubernur DKI yang juga calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo, Kamis (17/4), ke Institut
- Ketua HIPMI Jaya Dorong Pemerintah Libatkan UMKM dalam Program Danantara dan RUU Minerba
- Dukung SDM Unggul, Hutama Karya Siapkan Program Pengembangan Talenta
- TB Hasanuddin Kecam Ulah Oknum TNI Serang Polres Tarakan
- Wamendagri Apresiasi Dukungan Megawati pada Retret Kepala Daerah
- Usut Gratifikasi Pejabat Pajak, KPK Periksa Bos PT Cakra Kencana Indah dan PT Mitra Adiperkasa
- TB Hasanuddin Minta Puluhan Prajurit TNI Penyerang Polres Tarakan Dihukum Berat