Debat Capres, Anies Blak-blakan soal Fenomena Ordal, Prabowo Menunduk

“Tim saya pakar hukum yang mendampingi saya menyampaikan dari segi hukum tidak menjadi masalah, masalah yang dianggap menjadi pelanggaran etika sudah diambil tindakan keputusan, ya, waktu itu yang diberi wewenang kemudian sudah ada tindakan," jawab Prabowo.
Setelah sanggahan Prabowo, Anies menjawab dengan adanya sistem “orang dalam” di Indonesia sangat menyebalkan.
Pernyataan itu secara tak langsung menyindir Prabowo-Gibran yang diduga bisa mendaftar sebagai cawapres, karena dibantu oleh Anwar Usman yang saat itu menjabat sebagai Ketua MK.
Saat Anies melontarkan pernyataan tersebut, Prabowo tampak menunduk dengan wajah yang cukup masam.
Anies, bahkan mengangkat tangannya untuk menunjukkan fenomena orang dalam yang terjadi di pemerintahan tertinggi.
“Ordal ini menyebalkan. Ikut tes ada ordalnya, mau jadi guru ordal, mau daftar sekolah ada ordal, mau dapat tiket untuk konser ada ordalnya. Ada ordal di mana mana, membuat meritokratik tak berjalan,” ucap Anies.
“Namun, diproses yang paling puncak terjadi ada ordal maka rakyat kebanyakan, dan ini saya rasakan,” kata dia.
Setelah tertunduk beberapa menit, Prabowo pun kembali mengangkat wajah, tetapi tak menatap Anies.
Saat Anies melontarkan pernyataan tersebut, Prabowo tampak menunduk dengan wajah yang cukup masam.
- Disaksikan Presiden Prabowo, BAZNAS Salurkan 5 Program Pemberdayaan bagi Mustahik
- Soroti Pengelolaan Zakat, Prabowo: Harus Sampai ke Rakyat yang Membutuhkan
- Apresiasi Kinerja BAZNAS, Presiden Prabowo: Terima Kasih
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Tunaikan Zakat melalui BAZNAS
- Survei Trust Indonesia: Ketidakpuasan Terhadap Kinerja Prabowo-Gibran Sangat Tinggi