Debat Kandidat Perdana

KEBANYAKAN politisi merupakan orator ulung.
Beri mereka sebuah panggung, dan mereka pasti mampu berbicara selama berjam-jam.
Joko Widodo ("Jokowi") bukanlah salah satu dari mereka.
Dia adalah pembicara yang "efisien". Hanya menggunakan kata-kata seperlunya untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, dan tidak lebih.
Sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta, gayanya yang "efisien" dan sederhana telah menjadi keunggulan.
Namun, di pentas nasional dan di negara tempat pemimpin besar era kemerdekaan yaitu presiden pertama, Soekarno yang dikenal karena pidatonya yang berapi-api, kecakapan retoris sangat diperlukan.
Benarkah?
Debat perdana capres dan cawapres yang berlangsung Senin lalu membuktikan bahwa orang baru, Gubernur dari kampung dengan gaya bicara terbata-bata bisa menandingi kefasihan dan kelugasan dari salah satu pemimpin militer paling terkenal, dan juga seorang keturunan bangsawan yang sedang menghadapi fitnah, yaitu, mantan Jenderal, Prabowo Subianto.