Debat Perdana Capres-Cawapres RI Minim Serangan
Ia lalu menyampaikan perlunya investasi besar-besaran di bidang keamanan.
"Kita harus bisa mendeteksi sebelum terjadi terorisme. Jangan menunggu. Jadi perlu investasi. Ini perlu."
Lebih lanjut ia menilai, "Saya merasa, ya ini bukan salah siapa-siapa, mungkin kelengahan banyak pemerintah, tetapi saya akan meningkatkan investasi di bidang polisi, intelijen, dan angkatan bersenjata, angkatan perang kita harus kita perkuat."
Sementara kubu Jokowi-Ma'ruf Amin menekankan pendekatan sosial keagamaan. Mereka menyebut perlunya upaya untuk mengembalikan individu yang terpapar paham terorisme ke jalan yang lurus.
"Oleh karena itu caranya adalah apa yang menyebabkan dia menjadi radikal. Kalau itu karena paham keagamaan yang menyimpang, maka yang harus kita doktrinkan, bagaimana kita meluruskan paham keagamaannya yang menyimpang itu," jelas Ma'ruf Amin.
Di sisi lain, Amin mengatakan, jika paparan itu disebabkan faktor sosial-ekonomi maka pendekatannya harus berbeda.
"...Pendekatannya melalui pemberian lapangan kerja, dan santunan yang bisa mengembalikan mereka kepada jalan yang lurus. Saya kira ini yang harus kita kaji, kenapa dia menjadi radikal."
Debat perdana ini akan dilanjutkan dengan debat kedua, yang akan diselenggarakan pada 17 Februari 2019. Debat tersebut akan membahas tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. Berbeda dengan debat sebelumnya, debat kedua ini hanya akan melibatkan dua capres, Jokowi dan Prabowo.
- Siapa Saja Bali Nine, yang Akan Dipindahkan ke penjara Australia?
- Dunia Hari Ini: Menang Pilpres, Donald Trump Lolos dari Jerat Hukum
- Dunia Hari Ini: Kelompok Sunni dan Syiah di Pakistan Sepakat Gencatan Senjata
- Upaya Bantu Petani Indonesia Atasi Perubahan Iklim Mendapat Penghargaan
- Dunia Hari Ini: Tanggapan Israel Soal Surat Perintah Penangkapan PM Netanyahu
- Dunia Hari Ini: Warga Thailand yang Dituduh Bunuh 14 Orang Dijatuhi Dihukum Mati