Debut Kemenpar di Christchurch Sukses Besar

Titik menambahkan, pembuatan kostum karnaval tidak sembarangan. Sebab, dalam balutan kostum tersebut harus menggambarkan filosofi yang erat kaitannya dengan asal daerah tersebut.
Kostum juga harus dibuat dengan bentuknya yang unik dan menarik perhatian. Termasuk detil berbeda yang dicocokkan dengan cerita dari tokoh legenda ataupun asal daerah.
“Sentuhan detail yang khas itu akan menimbulkan kesenangan karena memiliki hal yang khas dan bila dipamerkan itu bisa dengan cepat menarik perhatian, Alhamdulillah ini terjadi di pameran ini," ungkap Titik.
Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan bahwa pameran Kemenpar harus berwibawa. Harus elegan. Harus tidak memalukan.
"Buat para tamu yang hadir selalu selfie, selalu ingin foto, selalu senang jika menghampiri booth tanah air kita," kata Arief. (jos/jpnn)
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus membuktikan kualitasnya setiap menggelar pameran di luar negeri.
Redaktur & Reporter : Ragil
- Menpar Widiyanti Sebut Peringatan Nuzulul Qur'an Momen Memperkuat Nilai-nilai Kebajikan
- Wamenpar Ni Luh Puspa Petakan Potensi Wisata di Bali Timur, Ini Tujuannya
- Backstagers Indonesia Serahkan Manifesto Peta Jalan Industri Event ke Kemenpar
- Menpar Widiyanti Sampaikan 3 Poin Utama yang Perlu Diperbaiki di RUU Kepariwisataan
- Wamenpar Ajak Wisatawan Nikmati Wisata Alam di DeLoano Glamping Magelang
- Endry Lee, Sosok di Balik Kesuksesan MensaPro Indonesia