Deklarasi Capres, Wiranto Akui di Luar Kebiasaan
Rabu, 03 Juli 2013 – 06:25 WIB

Deklarasi Capres, Wiranto Akui di Luar Kebiasaan
LANGKAH Partai Hanura mendeklarasikan pasangan capres dan cawapresnya satu tahun sebelum pilpres dinilai berani. Namun Wiranto selaku ketua umum menegaskan pendeklarasian dirinya bukan tanpa pertimbangan.
“Kita tidak berangkat dari survei yang masing-masing berbeda hasilnya, di mana kami 4 besar dan diatas 7,1 persen. Kami berangkat dari apa yang diinginkan masyarakat, yaitu partai dan kader yang bersih dari korupsi. Itu modal utama Partai Hanura,” kata Wiranto, usai deklarasi di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Selasa (2/7).
Baca Juga:
Wiranto mengakui apa yang dilakukannya mungkin keluar dari kebiasaan. “Kami berani melakukan jauh sebelum pemilu karena kami ingin membangun budaya baru, bahwa partai politik harus berani untuk membangun kadernya dan berani mengambil resiko. Tetapi, tentu saja secara internal telah melalui pertimbangan panjang,” tuturnya.
Pasangan Wiranto–HT disebut-sebut sebagai pasangan yang menjadi model dari bersatunya suku, agama, usia, etnis, profesi, dan latar belakang yang mereka miliki. “Walaupun tampak berbeda, namun kami memiliki kesamaan dalam tekad yang kuat dan bulat untuk memberikan yang terbaik dalam bangsa ini,” katanya.
LANGKAH Partai Hanura mendeklarasikan pasangan capres dan cawapresnya satu tahun sebelum pilpres dinilai berani. Namun Wiranto selaku ketua
BERITA TERKAIT
- Prof Agus Surono: Jangan Biarkan Satu Institusi Menjadi 'Superbodi'
- Selamat, Guru Besar Untar Profesor Ariawan Gunadi Raih Penghargaan Internasional
- Baznas (Bazis) DKI Luncurkan 18 Program Ramadan, Target Kumpulkan ZIS Rp 120 Miliar
- Sritex Setop Operasional 1 Maret, Karyawan Teken Surat PHK
- Menteri Trenggono: Kades Kohod & Staf Diberi Waktu 30 Hari Bayar Denda Rp 48 M
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah