Demam, Pegal dan Lemas Setelah Menerima Vaksin COVID-19? Virologis Bilang Begini

"Kalau pegal atau pegal linu itu artinya tubuh kita merespon. Kalau divaksin itu, tubuh itu harus membuat antibodinya, supaya kalau nanti virus patogennya masuk dia tidak sakit," kata Anita.
"Ketika kita divaksin, demam dan pegel, itu tandanya tubuh kita merespon tinggal efek sampingnya itu seperti apa yang masih dapat ditoleransi. Efek samping umum sudah ada di uji klinis fase 1 dan 2," imbuhnya.
Anita menegaskan vaksin COVID-19 yang sudah beredar termasuk AstraZeneca telah melakukan beberapa tahapan uji klinis.
Dalam melakukan pengujian pun bukan mencari efek sampingnya melainkan aman atau tidaknya digunakan untuk manusia.
"Kalau vaksin itu tidak aman tidak akan diizinkan beredar. Jadi banyak yang menjalani uji klinis, uji klinis itu pertama yang dijalani bukan mengetahui efeknya tapi adalah aman atau tidak," ujar Anita.
"Kalau vaksinnya tidak aman tidak boleh lanjut ke uji klinis fase 3 untuk cek efikasi. Karena yang dilihat adalah aman atau tidak, begitu aman cek untuk efikasi," imbuhnya.(Antara/jpnn)
Virologis dari ITB bilang begini terkait efek samping demam, pegal dan lemas setelah menjalani vaksinasi COVID-19.
Redaktur & Reporter : Ken Girsang
- 9 Khasiat Rutin Minum Air Kunyit Hangat, Bikin Kanker Ogah Menyerang
- Soal Lagu Bayar Bayar Bayar, GPA Ungkit Peran Polisi Saat Banjir & Penanganan Covid-19
- 3 Buah yang Aman Anda Konsumsi Saat Demam
- Isu COVID & Lab Wuhan Mencuat Lagi, China Gercep Membela Diri
- Kabupaten Garut Butuh 10 Ribu Dosis Vaksin PMK untuk Atasi Wabah
- Sidang Tuntutan Korupsi APD Covid-19 di Sumut Ditunda, Ini Masalahnya