Demi Hoegeng, Toko Bunga pun Ditutup

Meri pun mengaku sedih dan tahu perasaan suaminya ketika dipensiunkan dini saat menjadi Kapolri. Saat itu, Hoegeng baru 49 tahun. Meri tahu, jiwa muda dan semangat kerja Hoegeng masih sangat tinggi. Namun, Hoegeng tetap menerima ketika diberhentikan oleh Presiden Soeharto pada 2 Oktober 1971. Setelah diberhentikan, Hoegeng ditawari oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan M. Panggabean untuk menjadi Duta Besar di Swedia. Namun, ia menolaknya karena ingin tetap mengabdi di Indonesia.
Hoegeng juga kembali menolak ketika ditawarkan menjadi Dubes di Kerajaan Belgia, Benelux dan Luxemburg. Banyak yang menilai tawaran menjadi dubes adalah salah satu cara Soeharto membuang Hoegeng, sosok pemimpin yang baik agar keluar dari Indonesia. Beruntung ia menolaknya.
"Setelah diberhentikan jadi Kapolri, dia menjumpai ibunya, dia sungkem bilang saya tidak punya kerjaan lagi bu. Ibunya pegang tangannya dan bilang, kalau kamu jujur langkah, kami pun bisa hanya makan nasi dan garam. Itu yang saya ingat. Ini yang bikin, saya juga jadi kuat dengar itu," ungkap Meri dengan suara bergetar.
Setelah berhenti menjadi Kapolri Hoegeng mengembalikan semua barang yang pernah dipakainya semasa menjabat. Menurut Meri, sang suami akhirnya melanjutkan mengisi waktu luang dengan bermusik. Hoegeng memang mencintai musik sejak muda.
Ia pernah membuat sebuah grup band bernama The Hawaiian Seniors. Yang membawakan lagu-lagu irama Hawaiian.
Selain memainkan ukulele, ia juga menjadi vokalis saat itu.
"Saya ingat dulu ada yang tanya kenapa main golf saja, dia jawab, kalau golf harus pakai uang. Saya enggak punya uang, kalau bernyanyi hiburan, tidak harus pakai uang," cerita Meri sambil tertawa kecil. Meri lalu terdiam. Nampaknya, ia tak dapat terus bercerita banyak. Meski hanya sepenggal cerita yang disampaikan, tapi kisah Hoegeng dan Meri ini membuat semua yang mendengarnya terpana. Tidak terkecuali Kapolri Jenderal Sutarman, Ketua KPK Abraham Samad, Penggiat Antikorupsi Teten Masduki dan Anggota Komisi III Bambang Soesatyo.
Kini Meri menikmati masa tuanya tanpa Hoegeng. Ia ditemani tiga anaknya Reni Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu. (flo/jpnn)
JAKARTA- Usia tak menghalangi langkah lunglai Meriyati Roeslani (89) untuk hadir dalam peluncuran buku suaminya, mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- SIF Perkuat Kemampuan Pendidik & Terapis Indonesia untuk Anak-Anak Berkebutuhan Khusus
- Pram-Rano Buka Kemungkinan Lanjutkan Pembangunan ITF Sunter yang Digagas Anies
- Bonggas Chandra Tegaskan Sekda Sebagai Partner Strategis Bagi Kepala Daerah
- Masuk Ancol Gratis Sepanjang Ramadan, Ngabuburit Makin Seru
- Ternyata Prajurit TNI di Daerah Dapat Jatah Motor Listrik
- Info KPK soal Dugaan Suap Pemilihan Ketua DPD, Tunggu Saja!