Demi Penguin, Pemerintah Victoria Beli 175 Rumah Warga Selama 25 Tahun

Negara bagian Victoria di Australia tak tanggung-tanggung dalam melakukan konservasi alam untuk habitat penguin. Bahkan demi mengembalikan habitat asli penguin yang mulai dihuni manusia, Pemerintah Victoria membeli rumah-rumah warga selama 25 tahun!
"Sejarah Phillip Island itu, selama 30 tahun Victoria membeli dan mengakuisisi 170-an rumah dan tanah untuk kurangi populasi manusia," jelas CEO Phillip Island, Matthew Jackson, kala diwawancara sejumlah jurnalis Indonesia di Penguin Parade di Phillip Islands, pada September 2015 lalu.
Jumlah persisnya rumah warga yang dibeli itu adalah 175 rumah. Ditambahkan petugas Media dan Komunikasi Philip Island, Roland Pick, turis pertama kali datang ke atraksi Penguin Parade ini adalah tahun 1920-an. Sekitar tahun 1927, warga mulai mendirikan rumah, toko dan segala macam.
"Tapi ternyata menyebabkan populasi penguinnya menjadi turun," jelas Roland.
Penguin di Phillip Island, Victoria.
Tahun 1955, Pemerintah Victoria mengembangkan kawasan konservasi besar untuk koloni penguin, dan tahun 1966 dibentuk Little Penguin Scientific Committee yang khusus melalukan survei dan penelitian penguin.
Kemudian, Victoria membeli rumah-rumah warga untuk mengurangi populasi manusia itu sejak tahun 1985 lalu hingga 2010. Butuh 25 tahun untuk membeli satu per satu rumah dan tanah-tanah warga atas nama individu itu. Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit.
Negara bagian Victoria di Australia tak tanggung-tanggung dalam melakukan konservasi alam untuk habitat penguin. Bahkan demi mengembalikan habitat
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya