Demi Penguin, Pemerintah Victoria Beli 175 Rumah Warga Selama 25 Tahun

Pemerintah Negara bagian Victoria di Australia membeli rumah-rumah warga untuk mengembalikan habitat penguin seperti aslinya. Selain itu juga mengenyahkan predator-predatornya. Apa saja?
Petugas Media dan Komunikasi Phillip Island, Roland Pick, mengatakan predator penguin itu adalah elang dan biasanya memangsa pada malam hari.
"Biasanya predator terbesar ada di malam hari, elang. Itu kenapa penguin pada siang hari pilih ke laut atau di barak ini. Kembali malam hari, supaya tidak kelihatan predator. Kebanyakan predator dari langit," tutur Roland.
Sedangkan peneliti biologi kelautan Phillip Island Dr Duncan Sutherland mengatakan untuk mengembalikan habitat penguin, pihak Phillip Island tak mengizinkan segala hewan peliharaan berkeliaran di pulau itu.
"Seperti anjing, kucing di wilayah penguin, semua dibersihkan dan dikembalikan hanya untuk konservasi penguin," jelas Duncan di lokasi yang sama.
Predator yang paling mengancam penguin, ungkap Duncan, adalah rubah merah. Spesies rubah merah itu bukan spesies asli Phillip Island melainkan spesies introduksi sejak 100 tahun lalu. Duncan menjelaskan seekor rubah merah bisa memangsa 40 penguin semalam.
"Kami adakan program pemberantasan rubah merah di Phillip Islands," tuturnya.
Selain itu tantangan di masa depan adalah mengelola jumlah populasi penguin, memastikan ketersediaan makanan di laut dengan menjaga ekosistem laut, dan menjaga sarangnya di darat.
Negara bagian Victoria di Australia tak tanggung-tanggung dalam melakukan konservasi alam untuk habitat penguin. Bahkan demi mengembalikan habitat
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia