Demo Blokir Kantor Pemerintah, Aparat Tembaki Membabi Buta
Turun ke Jalan, Guru-Pelajar Juga Tuntut Saleh Mundur
Selasa, 10 Mei 2011 – 09:42 WIB
Dua demonstran tewas pada Minggu lalu saat aparat keamanan membubarkan dan menghalangi massa yang mencoba mengepung kantor kementerian pendidikan lokal dan memblokir jalan utama. Pihak berwenang mengklaim bahwa tujuh polisi juga luka dalam konfrontasi tersebut.
Sehari sebelumnya, Sabtu lalu (7/5) polisi menembak mati dua pelajar dalam demonstrasi di Al Maafar, Kota Taiz. Para pelajar tersebut menuntut pengunduran jadwal ujian karena proses belajar dan mengajar mereka terganggu oleh demonstrasi anti pemerintah sejak Januari lalu.
Taiz merupakan kota terbesar kedua kedua di Yaman. Kota tersebut menjadi wilayah paling mematikan sejak terjadi demonstrasi anti pemerintah. Lebih dari 150 orang tewas dalam serangkaian bentrok antara polisi dan massa sejak Saleh menyetujui usulan mundur dalam 30 hari dan menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden (Wapres) Abd Al Rab Mansur Al Hadi, seperti usulan kelompok negara-negara Teluk. Keputusan itu ditolak demonstran dan mendesak agar Saleh mundur secepatnya.
Mereka cemas bahwa Saleh akan mendudukkan orang-orangnya dalam pemerintahan sementara yang dibentuk dalam waktu 30 hari tersebut. Kekuasaan Saleh selama lebih dari 32 tahun membuat dia menguasai semua lini birokrasi. Karena itu, demonstran ingin pembersihan total di dalam pemerintahan Yaman. (Rtr/AFP/AP/cak/dwi)
SANA"A - Demonstrasi anti pemerintah di Yaman terus membawa korban. Alih-alih mundur dan mau menjalankan transisi kekuasaan, sesuai dengan proposal
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Trump Tidak Bercanda soal Greenland, Simak Penegasan dari Menlu AS Ini
- Pesawat PSA Airlines dan Heli Militer Tabrakan di Udara, Donald Trump Murka
- Pengungsi Bikin Repot, Mesir Tolak Wacana Relokasi Warga Gaza
- Gerak Cepat, Malaysia & Jepang Berkolaborasi untuk Membangun Kembali Gaza
- Waka MPR Sebut Usulan Trump soal Relokasi Warga Gaza sebagai Upaya Pembersihan Etnis
- Hamas Anggap Pertukaran Tawanan dengan Israel Kemenangan Bersejarah