Demo Tolak UU Cipta Kerja di Semarang Rusuh, Ada Massa Misterius?

jpnn.com, SEMARANG - Aksi unjukrasa atau demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Semarang, Rabu (7/10), berakhir ricuh.
Polrestabes Semarang menangkapdan memeriksa sekitar 100 orang usai pembubaran demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.
"Ada sekitar 50 hingga 100 orang yang diamankan untuk dimintai keterangan," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis.
Menurut dia, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menyebabkan aksi tersebut berakhir ricuh.
Polisi menduga terdapat massa di luar buruh dan mahasiswa yang diduga menunggangi aksi tersebut.
Aulinsyah menjelaskan kecurigaan tersebut sudah terlihat sejak awal sebelum demo dimulai.
Sebelum koordinator aksi yang melaporkan akan menggelar aksi di Jalan Pahlawan Kota Semarang itu, kata dia, ternyata sudah ada massa yang tidak diketahui asalnya datang ke lokasi.
Pembubaran aksi tersebut, lanjut dia, dilakukan karena peringatan yang sudah disampaikan tidak diindahkan.
Aksi demo menolak UU Cipta Kerja di Semarang berakhir rusuh, polisi curiga ada massa dari luar buruh.
- Libur Lebaran 2025, Kota Lama Semarang Jadi Destinasi Wisata Favorit, Borobudur Tak Seperti Dahulu
- Mudik Aman & Nyaman, 2.036 Pemudik Tiba di Jateng dengan Valet Ride
- Ahmad Luthfi Akan Salat Idulfitri Bersama 30 Ribu Jemaah di Simpang Lima, Polisi Berlaras Panjang Siaga
- Balai Kota Semarang Gelar Salat Idulfitri, Terbuka untuk Umum
- H-2 Lebaran, Agustina Klaim Lalu Lintas Semarang Lancar
- Siaga 24 Jam, Posko Mudik Gombel Semarang Layani Cek Kesehatan & Makan Gratis